Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2016

Cinta Tak Terkatakan

Cinta Tak Terkatakan
oleh Noor Salamah
Bunda
Sejuta cintaku untukmu
Cintaku yang sebagian besar tak mampu tuk terkatakan
Bunda
Melalui engkau aku belajar tentang tulusnya mencintai
Melalui engkau aku belajar tentang ikhlasnya berbagi
Melalui engkau aku belajar tentang indahnya berkorban
Bunda
Engkau rela bangun tengah malam demi diriku yang menangis kehausan
Engkau timang-timang diriku
Engkau dekap aku dalam pelukmu  
Dan engkau kecup aku dalam kasihmu
Bunda meski tak sering aku berkata
Aku sayang bunda
Namun sungguh bunda
Sayangku, cintaku padamu telah membekukan sendi-sendi lidahku
Hanya dengan tatapan lembutmu sudah buatku luluh
Hanya dengan elusan lembut tanganmu di kepalaku sudah buwatku meleleh
Bunda
Meski tak banyak cinta ku terkatakan
Cintaku padamu takkkan pernah sirna
Meski tak banyak cinta ku terkatakan
Cintaku padamu takkan pernah berhenti
Bahkan hingga maut memisahkan aku denganmu

Cintaku takkan pernah padam
Read More

Bunda Maafkanlah Daku

Bunda Maafkanlah Daku
Oleh : Noor Salamah

Tersadar aku bahwa jiwamu begitu lembut
Tersadar aku bahwa dalam setiap doamu selalu engkau sebut namaku
Tersadar aku bahwa cintamu padaku begitu murni nan suci
Bunda maafkanlah daku
Maafkanlah daku yang acap kali sakitimu
Lewat bibir ini yang dulu engkau suapi makanan
Lewat tangan ini yang dulu engkau pegangi erat agar tak jatuh
Lewat kaki ini yang dulu engkau tuntun agar berada di jalan yang benar
Bunda maafkanlah daku
Maafkanlah daku
Kan ku tebus segala dosa
Kan ku balas semua jasa
Meski melalui hatimu yang lembut, engkau lebih dulu maafkanku
Meski melalui cintamu yang murni lagi suci, engkau tak harapkan balas jasaku
Aku takkan bergeming
Kan ku tebus semua dosa
Kan kubalas semua jasa
Kan kubuwat engkau bahagia


Read More

Senin, 19 Mei 2014

Ada Mama di antara Kami

Cerpen ini merupakan cerpen yang lolos dalam event Sang Pengkhianat oleh AE Publishing. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi Anda. Selamat membaca.
Read More

Selasa, 14 Januari 2014

Sebuah Foto Lima Belas Tahun Lalu

Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Tapi kegagalan adalah serangkaian dari proses belajar. Kali ini saya gagal lagi. Puisi karya tidak lolos menjadi pemenang maupun nominator dalam perlombaan yang diadakan oleh Penerbit Asrifa dengan tema senandung cinta untuk ibunda. Tak apa, saya akan tetap berusaha untuk jadi yang lebih baik. Tetap semangat :)

Read More

Senin, 30 Desember 2013

Semburat Jingga di Hatinya

Alhamdulillah, cerpen ini lolos dalam ajang lomba "Sayembara,I will survive" yang diadakan oleh inspirasi.co dan agen bondan prakoso. Meski tidak masuk dalam karya terbaik dan banyak terkomentari, setidaknya masuk dalam kategori paling banyak di share di media sosial dengan hadiah kaset CD lagu I will survive dan ttd bondan asli. Alhamdulillah.
Read More

Minggu, 15 Desember 2013

Cinta Tak Terkatakan


Bunda
Sejuta cintaku untukmu
Cintaku yang sebagian besar tak mampu tuk terkatakan

Bunda
Melalui engkau aku belajar tentang tulusnya mencintai
Melalui engkau aku belajar tentang ikhlasnya berbagi
Melalui engkau aku belajar tentang indahnya berkorban

Bunda
Engkau rela bangun tengah malam demi diriku yang menangis kehausan
Engkau timang-timang diriku
Engkau dekap aku dalam pelukmu  
Dan engkau kecup aku dalam kasihmu
Bunda meski tak sering aku berkata
Aku sayang bunda
Namun sungguh bunda
Sayangku, cintaku padamu telah membekukan sendi-sendi lidahku
Hanya dengan tatapan lembutmu sudah buatku luluh
Hanya dengan elusan lembut tanganmu di kepalaku sudah buwatku meleleh

Bunda
Meski tak banyak cinta ku terkatakan
Cintaku padamu takkkan pernah sirna
Meski tak banyak cinta ku terkatakan
Cintaku padamu takkan pernah berhenti
Bahkan hingga maut memisahkan aku denganmu

Cintaku takkan pernah padam
Read More

Bunda Maafkanlah Daku



Tersadar aku bahwa jiwamu begitu lembut
Tersadar aku bahwa dalam setiap doamu selalu engkau sebut namaku
Tersadar aku bahwa cintamu padaku begitu murni nan suci

Bunda maafkanlah daku
Maafkanlah daku yang acap kali sakitimu
Lewat bibir ini yang dulu engkau suapi makanan
Lewat tangan ini yang dulu engkau pegangi erat agar tak jatuh
Lewat kaki ini yang dulu engkau tuntun agar berada di jalan yang benar

Bunda maafkanlah daku
Maafkanlah daku
Kan ku tebus segala dosa
Kan ku balas semua jasa
Meski melalui hatimu yang lembut, engkau lebih dulu maafkanku
Meski melalui cintamu yang murni lagi suci, engkau tak harapkan balas jasaku
Aku takkan bergeming
Kan ku tebus semua dosa
Kan kubalas semua jasa

Kan kubuwat engkau bahagia
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Follow

Popular Posts

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © Jejak Sajak Salamah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com