Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Juni 2017

Menyingkap Rahasia Garis Tangan

Setiap manusia itu unik, pun dengan tiap guratan garis yang terbentuk di tangan seseorang. Ia sebenarnya menjadi kabar penanda kondisi si empunya tangan, tentu kabar ini hanya bisa dilihat oleh orang yang memiliki ilmu Palmistry (kajian ilmu tentang analisis garis tangan). Palmistry sendiri sebenarnya sudah dikenal sejak zaman yunani kuno, Hipocrates mampu melihat kondisi kesehatan seseorang berdasarkan tampilan tangannya. Sebagaian orang mungkin menganggap bahwa ilmu Palmistry adalah ilmu sesat, klenik, mistis, bid’ah, atau tidak logis. Fakta menunjukkan bahwa bangsa-bangsa kuno seperti Yunani, Mesir, Cina, Jepang, India atau Gipsi memiliki acuan analis yang serupa tiada saling bertentangan. Hal ini tentu menunjukkan bahwa ilmu palmistry bukanlah ilmu tanpa dasar tanpa acuan.

            Di dalam buku ini penulis mampu menjelaskan secara ringkas dan baik bagaimana analisis garis tangan. Penulis yang merupakan lulusan sarjana psikologi dan menggeluti dunia palmistry dari keluarganya menunjukkan kepiawaian dan pengalamannya. Terdapat lima bab dalam buku ini. Di bab pertama pembaca akan di arahkan agar memahami anatomi tangan, termasuk menentukan mana tangan pasif dan mana tangan dominan serta bagaimana bentuk tangan dan apa artinya. Di bab kedua, pembaca akan di arahkan agar memahami garis utama. Garis utama itu sendiri terdiri dari garis kehidupan, garis nasib, garis pikiran, di tambah garis cinta. Di bab ketiga pembaca akan di arahkan agar memahami tujuh garis minor, yang terdiri dari garis kesehatan, garis kesuksesan, garis pernikahan, garis keuangan, garis perjalanan, garis pergelangan tangan, dan garis korset venus. Di bab empat, secara lebih spesifik penulis mengajak pembaca untuk mengamati dan memahami garis tangan yang bermakna khusus. Seperti garis yang dimiliki oleh orang berbakat, pembawa kedamaian, popularitas, maupun dalam hal spiritual dan pemikiran. Apakah garis tangan yang tergurat itu bersifat mutlak tidak bisa bisa berubah? Tidak bukan seperti. Garis itu bisa berubah. Sebagaimana kita ketahui bahwa syaraf syarat otak banyak tersambung di tangan. Maka dari itu apa garis tangan yang tercipta sangat dipengaruhi oleh keadaan otak. Misalnya saja ketika otak mengalami banyak sekali kecemasan, hal ini akan di respon oleh tangan dengan banyak terbentuknya garis kecemasan di sekitar bukit bulan. Dalam mengalisis garis tangan ini pun kita seyogyaganya selalu berpikir positif. Ingatlah satu hal biasa tiada nasib bisa merubah selain kaum itu sendiri yang merubah nasibnya.
            Secara keselurhan buku ini bagus. Penjelasannya padat dan ringkas dan disertai gambar. Sangat cocok untuk pemula dan siapa pun penasaran dengan palmistry. Recomended deh buat dibaca, harganya juga tidak menguras kantong. Yah, waktu itu saya beli pas ada bazar di buku sekitar Rp. 20.000. Kebetulan pas ada bazar jadi lebih murah, hehehe..

Jepara, 22 Mei 2017
Identitas Buku
Judul               : Tips dan Trik Membaca Rahasia Garis Tangan
Penulis             : Deni Putra Herlambang
Penerbit           : Flash Books
Cetakan           : I, 2013
Halaman          : 150 halaman, 14x20cm
ISBN               : 978-602-0806-16-7

Read More

Senin, 22 Mei 2017

Holmes, Detektif Hebat Sepanjang Masa

             Pertama kali saya mengenal nama dektektif hebat Serlock Holmes ini justru ketika saya menonton serial anime Detektif Conan karya Aoyama Gosho. Berkat Conan itulah saya akhirnya tertarik dengan segala hal tentang misteri dan detektif. Mungkin saya agak terlambat untuk kagum pada detektif London yang tinggal di Jalan Beker ini, ketika sudah sejak lama sekali namanya terkenal bahkan Aoyama Gosho sendiri termasuk fans beratnya, ya hal itu terlihat jelas dari penamaan tokoh Conan yang sebenarnya diambil dari nama penulis buku Sherlock Holmes.

            Kembali pada tokoh Sherlock Holmes yang begitu memukau saya lewat deduksi, metode dan keakuratannya dalam menelaah kasus, sangat sulit membayangkan bahwa di dunia nyata ada orang yang mampu menyamai kemampuan Holmes. Novel setebal 740 yang sebenarnya merupakan kumpulan novel dan cerita Holmes membuat orang yang telat mengikuti Holmes seperti saya ini mampu mengikuti alur kehidupan Holmes. Cerita bermula dari pertemuan Dr. Watson dengan Sherlock Holmes yang terjadi tahun 1878. Dr. Watson merupakan seorang dokter bedah militer yang akhirnya pensiun akibat bahunya tertembak peluru yang menghancurkan tulang dan menyerempet arteri sublavianya. Pergi ke London untuk sebagai usaha memulihkan dirinya. Ketika ia bingung mencari penginapan murah ia akhirnya berkenalan dengan Sherlock Holmes. Mereka pun menjadi teman satu penginapan dan sahabat setia.
            Ada empat cerita besar dan beberapa cerita pendek yang terangkum dalam buku tebal ini. Beberapa diantaranya yaitu A Study in Scarlet, The Sign of Four, The Hounds of Baskerville, The Valley of Fear, dan His Last Bow yang terdiri dari beberapa cerita pendek yaitu Petualangan Wisteria Lodge, petualangan kotak kardus, petualangan lingkaran merah, petualangan makala rahasia kapal selam Bruce Pertington, Petualangan detektif sekarat, hilangnya Lady Frances Carfax, petualangan kaki iblis, dan sebuah episode tentang Sherlock Holmes.
            Setiap cerita menyajikan petualangan luar biasa. Ada roman, balas dendam, dan patriotisme. Di antara semua cerita itu yang paling berkesan bagi saya sendiri adalah A Study in Scarlet dan The Valley of Fear. Di dalam cerita a study in scarlet, saya dibuat terpukau oleh sosok Holmes yang eksentrik, metode penyelidikannya, kejeliannya. Ia mampu melihat petunjuk besar dari hal remeh. Mampu merekontruksi kejadian berdasarkan fakta secara akurat. Kemampuan-kempuannya begitu unik.
            Saya sampai tak habis pikir, sebenarnya otak Holmes itu seperti apa sampai bisa sluar biasa itu? yah, tapi ini ini fiksi bukan nyata. Dan seandainya sosok seperti Holmes hadir di dunia nyata, saya akan menyatakan sebagai fansnya. Soal otak sendiri, Holmes pernak mengungkapkan “Aku mempertimbangkan bahwa otak manusia seperti loteng kecil yang kosong dan Anda mengisi dengan furnitur yang Anda pilih. Orang bodoh memasukkan semua jenis kayu yang ia temukan ke dalam loteng, sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya menjadi kacau. Sekarang seorang pekerja terampil akan sangat berhati-hati mengenai apa yang harus ia masukkan dalam loteng otaknya. Ia tidak akan mempunyai apa-apa kecuali alat-alat yang mungkin membantunya dalam mengerjakan pekerjaannya yang sangat beragam...karena itu sangat penting untuk tidak mempunyai fakta-fakta tidak berguna bukannya membuang fakta-fakta yang berguna,” (halaman 13). Itu adalah jawaban Holmes ketika ditanya sahabatnya Dr. Watson terkait ketidaktahuan Holmes tentang teori copernicus. Dan di sisi lain Holmes menyibukkan diri dengan penelitian tentang berbagai macam abu rokok terkenal, jenis tulisan dan kertas koran, maupuan penelitian kimia yang ia rasa akan berguna bagi pekerjaannya sebagai detektif. Satu hal positif dari sosok Holmes, adalah prinsip yang ia pegang dalam setiap penuntasan kasus. Bahwa ia tidak bekerja agar ia terkenal, meski banyak polisi di Scotland Yard menjadikan Holmes sebagai detektif konsultan. Ia bekerja demi dorongan hati, kebutuhan otaknya dan kenikmatan pribadinya. Justru ketika Holmes tidak memiliki masalah untuk dituntaskan otaknya akan memberontak, dan ia akan menyuntukkan kokain agar ia tetap semangat dan berpikir jernih. Hal itu sangat kontras dengan prilaku orang pada umumnya yang justru bersyukur hidupnya tak banyak masalah. Tapi itu Holmes, detektif paling eksentrik sepanjang masa yang hingga akhir hidupnya sepertinya ia tetap melajang.
            Meski petualangan Holmes begitu seru, dalam membaca novel ini ada beberapa kekurangan yang perlu dikoreksi lagi. Banyaknya kesalahan tanda baca, membuat pembaca kurang nyaman. Banyak sekali dialog tanpa penggunaan tanda petik, sampai saya bingung ini dialog atau narasi dan siapa ini yang bicara. Dan karena ini adalah novel terjemahan, maka tak mengherankan pula jika bahasa tidak bisa sehalus novel non terjemahan. Ah ya, ada satu lagi yang cukup membuat saya kecewa. Mengapa di dalam novel tebal ini tidak disertakan petualangan Holmes melawan Profesor Moriaty, padahal petualangan itulah yang saya tunggu-tunggu. Meski begitu, secara keseluruhan buku ini recomended buat dibaca. Apalagi untuk Anda yang mengaku Sherlockian atau yang penasaran dengan Sherlock Holmes, detektif hebat sepanjang masa ini.

Jepara, 21 Mei 2017


Identitas Buku
Judul               : Sherlock Holmes : The Collector’s edition of complet best novel
Penulis             : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah      : Ismanto, Ahmadi Asnawi, Sutrisno dkk
Penerbit           : Indoliterasi, Yogyakarta
Tahun Terbit    : Cetakan I, 2015
Halaman          : viii+740 halaman
Ukuran                        : 15x23 cm
ISBN               : 978-602-1129-00-5

Read More

Jumat, 01 April 2016

The Chronicle of Kartini



Sebenarnya buku ini sudah sering aku lihat rak perpustakaan daerah Jepara. Namun entah mengapa aku belum tersentuh untuk membacanya, baru beberapa hari yang lalu aku akhirnya memilih buku ini menjadi salah satu buku yang aku pinjam. Buku berjudul “The Chronicle of Kartini” karya Wiwid Prasetyo. Sebuah novel tentang tokoh perempuan besar Jepara, yang namanya akan selalu harum dan akan selalu terpatri dalam ingatan, Kartini. Novel ini cetak pertama kali pada September 2010, diterbitkan oleh penerbit Laksana salah satu anak perusahaan Divapress.
Baru-baru ini saya memang sedang tertarik pada novel sejarah, mengenal pertama kali novel sejarah melalui karya Pramoedya Ananta Toer. Dan saat ini saya sedang terpikat oleh karya Krisna Langit Hariadi.
Kembali lagi ke novel The Chronicle of Kartini, novel ini bercerita tentang perjalanan hidup seorang gadis ningrat yang penuh gejolak pemberontakan. Ia berusaha keras membebaskan diri dari kungkungan adat Jawa yang membuatnya terperangkan dalam penjara istana, terhalang untuk menggapai cita-citanya bersekolah. Seorang gadis ningrat pengubah wajah wanita Jawa dan pencetus sekolah wanita pertama. Ialah Kartini anak dari seorang Bupati Jepara yang bernama Sosronigrat. Secara garis besar novel ini menarik, jalan ceritanya baik. Hanya sebagai seorang penulis novel berlatar belakang secara apalagi yang angkat ceritanya adalah tokoh penting, novel tersebut haruslah dapat dipertanggung jawabkan. Dari sisi sejarahnya, benarkah peristiwa-peristiwa itu, di tulisan dari sumber mana. Inilah satu kekurangan dari novel ini, tidak disertakannya sumber referensi, pun tidak ada ada biodata penulis sehingga bisa dijadikan penimbang tingkat kepercayaan atas isi novel, selain itu yang membuat saya kurang nyaman membaca novel ini adalah ketidak konsistenan penulis dalam memposisikan diri, apakah sebagai orang pertama, kedua, atau ketika semuanya serba tumpang tindih.

Menyajikan biografi tokoh hebat melalui novel memang sebuah cara jitu jika ingin memberikan pembelajaran pada pembaca dengan cara yang menyenangkan. Dengan mudah pemikiran-pemikiran sang tokoh, nilai-nilai moral dan pesan lainnya akan dapat dicerna oleh pembaca. Oleh karena itu amat riskan apabila pembaca yang terlalu polos secara gamblang menerima saja apa-apa yang tersaji sekalipun itu keliru.
Read More

Jumat, 26 Juni 2015

Pencarian Bunga Matahari yang Mekar Pertama*

Judul               : Bulan
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Umum
Tahun terbit     : 2015
Tebal               : 400 halaman

Sinopsis
Novel bulan ini menceritakan petualangan tiga orang anak yang datang dari klan yang berbeda. Ali dari Klan Bumi, Seli dari klan matahari, dan Raib dari klan bulan. Mereka berusia 15 tahun dan baru kelas sepuluh SMP, mereka sama seperti remaja lain yang hidup di Klan Bumi.
Ketiga anak tersebut mempunyai kekuatan yang berbeda-beda. Ali orangnya sangat aneh dan lucu, namun dia sangat genius dan pintar dibidang ilmu biologi dan fisika. Dia menciptakan benda-benda yang unik dan dia keturunan asli klan bumi. Seli seorang anak yang asli keturunan dari Klan Matahari mempunyai kekuatan dapat mengeluarkan petir dari telapak tanganya dan dapat menggerakkan benda dari jauh. Semua kekuatan yang dimiliki itu berasal dari sarung tangan yang dimiliki dari klan matahari. Sedangkan Raib mempunyai kekuatan dapat meruntuhkan salju dan dapat menghilangkan diri dengan sarung tangan yang dimiliki dari Klan Bulan.
Pada saat liburan sekolah mereka akan melakukan perjalanan ke Klan Matahari dengan tujuan untuk mengadakan diplomasi agar Klan Bulan dan Klan Matahari kembali bersekutu. Dengan ditemani Av, Ily (anak sulung Ilo, orang yang berjasa bagi Raib dan teman-temanya selama di klan bulan) dan Miss Selena, Raib dan kedua sahabatnya pergi ke Klan Matahari menggunakan buku ‘matematika’ milik Raib. Melalui portal tersebut, dengan sekejab mereka telah tiba di Klan Matahari tepat di stadion. Kedatangan mereka disambut dengan khusus, apalagi saat itu di Klan Matahari ada Festival Bunga Matahari, yaitu sebuah kompetisi untuk mencari bunga matahari yang mekar pertama kali. Kompetisi tersebut biasanya diikuti oleh sembilan kelompok, akan tetapi faestival kali ini berbeda. Kedatangan rombongan dari Klan Bulan membuat ketua konsil Matahari menginginkan rombongan dari Klan Bulan mengikuti kompetisi berbahaya tersebut. Akhirnya Raib, Ali, Seli, dan Ily menjadi kelompok kesepuluh.
Semua peserta mengambil pintu ke luar yang berbeda-beda dan mereka berpetualang ke pelosok negeri klan matahari untuk mencari bunga matahari yang mekar pertama kali. Berbagai rintangan harus mereka hadapi, mereka juga harus mendengarkan alam untuk mendapatkan petunjuk dalam menemukan bunga matahari. Dalam perjalanan mereka sangat seru, namun dalam kompetisi tersebut banyak peserta yang meninggal. Dalam kompetisi tersebut kelompok dari Klan Bulan banyak mendapatkan pengalaman dan mereka yang akhirnya berahasil memenangkan kompetisi tersebut.

Kelebihan
Kelebihan dari novel karangan Tere Liye tersebut yaitu penggambaran setting waktu dan tempatnya. Pada bagian tersebut yang sangat menarik, penggambaran tempatnya benar-benar membuat pembaca bisa membayangkanya dan seakan-akan berada di tempat tersebut walaupun hanya dengan membaca novelnya. Pada saat kompetisi mencari bunga matahari tersebutlah cerita yang paling seru.

Kekurangan

Bahasa yang digunakan dalam novel bulan ini masih ada yang sulit dipahami pembaca dan menggunakan istilah-istilah ilmiah.

Sri Utami, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Unnes Semester VI. Santri Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama'ah Banaran Sekaran Gununpati. Asal Jeapara, bisa dihubungi via Fb di Sri Utami. 
Read More

Kamis, 30 April 2015

Negeri Saba itu adalah Indonesia

Negeri Saba itu adalah Indonesia

Oleh Noor Salamah

Judul Buku      : Borobudur dan Peninggalan Nabi Sulaiman
Penulis               : K.H. Fahmi Basya
Penerbit            : Zaytuna, Jakarta
Cetakan             : ke-V, September 2013
Tebal                    : VII + 251 Halaman
ISBN                     : 978-620-1835-13-5

Kata Saba’ di dalam Alquran disebut sebanyak tiga kali, dua di antaranya terdapat dalam surah An-Naml ayat 22 dan surah Saba’ ayat 15. Berbicara tentang Negeri Saba’ tentu takkan terlepas dari kisah Nabi Sulaiman as bersama Ratu Bilqis, semut, dan burung Hud-hud. K.H. Fahmi Basya menjelaskan bahwa sesungguhnya kisah Nabi Sulaiman as itu terjadi di Negeri Saba’. Lantas di manakah negeri itu berada? Dalam bukunya yang berjudul Borobudur dan Peninggalan Nabi Sulaiman, K.H. Fahmi menjelaskan bahwa Negeri Saba’ itu tak lain adalah Indonesia.
Melalui ilmu Matematika Islam, penulis berusaha menjelaskan mengapa Indonesia disebut sebagai Negeri Saba’. Sebuah negeri yang digambarkan dalam Alquran sebagai negeri yang Baldatun Toyyibatun. Ada 40 bukti eksak yang menandakan bahwa  Indonesia adalah Negeri Saba’.  Ke-40 bukti itu di antaranya adalah ditemukannya sebuah plat emas dalam kolam di Istana Ratu Boko bertuliskan nama Tuhan yang Maha Tinggi.
Sesuai firman Allah Surah An-Naml ayat 30.  Banyak orang menyangka bahwa patung-patung di Borobudur dibuat dengan cara dipahat. Anggapan ini dibantah oleh penulis. Menurutnya patung-patung itu dibuat dengan cara dibentuk seperti halnya membentuk mentega. Ini terbukti dengan adanya beberapa relief rambut diplintir, patung dengan jenggot terulur, mayang terurai serta batu gangsing. Dan yang menarik ada sebuah relief yang menggambar seorang wanita sedang menyingsingkan kain, karena ia mengira ia berjalan di atas air.
Cerita ini serupa dengan apa yang Allah firmankan dalam Surah An-Naml ayat 44.  Di dekat daerah Candi Borobudur terdapat sebuah daerah bernama Wonosobo yang dalam bahasa Jawa Kawi artinya Hutan Saba. Bukti lain, adalah Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau jika diamati bentuk Indonesia seperti tulang yang berserakan. Hal terjadi karena Negeri Saba pernah mengalami sebuah banjir bandang sehingga menenggelamkan sebagian wilayahnya (Surah Saba ayat 16). Ayat ini juga menjelaskan bahwa setelah banjir tumbuhlah sebuah buah yang pahit rasanya, yang sekarang kita kenal dengan nama Majapahit. Nah, coba renungkan. Bukankah hanya Nabi Sulaiman yang sangat erat hubungannya dengan nama-nama Jawa? Seperti Supardi, Suparlan, Suparman, Suhendra, Sutrisno, Sukarno, Suharto? Nama itu diawali dengan kata Su.
                Dalam bukunya, penulis menyusun hipotesis itu berdasarkan pengolahan ilmu Matematika Islam dan firman-firman Allah dalam Alquran. Sangat sulit bagi orang awam untuk memahami Matematika Islam, ilmu ini mungkin tergolong baru. Dengan berbagai perhitungan yang melibatkan ayat dan surat dalam Alquran, penulis mengotak-atiknya menjadi sebuah rumusan sistem Balok Alquran.
Penulis mengutip ayat-ayat sebagai dasar dari hipotesisnya. Ini baik, karena Alquran adalah penjelas tiap sesuatu dan bahkan mengoreksi yang ada di hadapannya. Ini bukan ilmu yang mudah, mengambil ayat dalam Alquran haruslah berhati0hati. Karena seringkali menimbulkan multitafsir. Perlu ilmu yang dalam terutama dalam bidang Tafsir Alquran yang tidak boleh menggunakan pendapat sendiri (biro’yi)Hanya Allah yang tahu kebenaran atas semua ini. Namun, kita sebagai bangsa Indonesia wajib bersyukur karena dikaruniai negeri yang gemah ripah loh jinawi, baldatun toyyibun wa Robbun ghofuur.



Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Follow

Popular Posts

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © Jejak Sajak Salamah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com