Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here

Jumat, 23 Juni 2017

Kisah Kelahiran

Pukul 21.30  tepat 23 tahun lalu.  Tangis keras seorang bayi mungil terdengar keras memecah malam. Bayi perempuan yang begitu dinantikan kehadirannya. Putri yang menjadi menyempurna kebahagian keluarga sederhana tersebut. Sempurna sudah, karena kini pasangan itu telah memiliki anak perempuan setelah enam anak sebelumnya berjenis kelamin laki-laki.

Semua orang menyambut gembira kelahirannya. Bapak, Ibu, kakak dan semua kerabatnya. Kehamilan itu sendiri ditempuh penuh resiko, karena si ibu sudah berumur 40 tahun. Untunglah keduanya selamat, bayi lahir dalam keadaan sempurna lagi sehat.
Sejauh yang yang ibu hamil ini alami, bayi ini merupakan bayi yang lahir dengan bobot terberat. Dan pada saat kehamilan, ia telah tercurahi oleh limpahan kasih dan perhatian. Banyak yang mengatakan bahwa pada kehamilan kali ini ia nampak lebih cantik.
Hari itu, ketika ia mulai merasakan tanda-tanda kelahiran si cabang bayi, dukun bayi telah berada di sisinya. Bersiap-siap jika sewaktu-waktu ia akan melahirkan. Tapi rupanya bayi itu tidak mau lahir di tangan dukun. Lama dinanti bayi itu  tak jua mau keluar, padahal rasa nyeri terasa luar biasa.
“Bayinya kalungan usus.”
“Bayinya pasaran dulu.”
Itulah komentar si dukun bayi juga bidan, manakala tak berselang setelah ibu hamil disuntik dan lahirlah bayi yang menggemaskan. Oleh kedua orang tuanya, ia diberi nama “Nur Salamah” yang berarti Cahaya Keselamatan.
Tentu banyak harap serta doa untuk bayi yang berarti cahaya keselamatan itu.
Apakah orang tuanya berharap gadis kecilnya senantiasa dalam cahaya dan keselamatan Allah? Apakah orangtuanya berharap bungsungnya akan menjadi cahaya yang menerangi jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat bagi dirinya sendiri juga bagi orang di sekitarnya?
Apapun harap dan doa orang tuanya, tentulah adalah doa yang baik.
23 Juni 2017,  bayi itu telah tumbuh dewasa berumur tepat 23 Tahun. Namun bapak yang gembira dengan kelahirannya tak sempat melihatnya dewasa begitu juga kedua kakaknya yang telah berpulang lebih dulu. Entah apa yang akan mereka katakan saat ini, saat gadis kecil mereka telah tumbuh dewasa.
Read More

Sabtu, 10 Juni 2017

Blenyik Dalam Toples


Tulisan ini awalnya saya buat ketika pada suatu diskusi Akademi Menulis Jepara (AMJ) Pak Kartika Catur Pelita menantang membuat cerpen dengan tema blenyik dan kebetulan saat itu sedang membahas POV. Jadilah saya terinspirasi dan semangat untuk membuat cerpen ini. Monggo di baca, di komentari juga boleh. Karena saya masih belajar dan tentu masih banyak kekurangan di sana sini. Jika ada nilai positif yang bisa di ambil, saya bersyukur karenanya. Karena tangan ini takkan mampu menulis bila tanpa bimbingan-Nya

Read More

Senin, 05 Juni 2017

Menyingkap Rahasia Garis Tangan

Setiap manusia itu unik, pun dengan tiap guratan garis yang terbentuk di tangan seseorang. Ia sebenarnya menjadi kabar penanda kondisi si empunya tangan, tentu kabar ini hanya bisa dilihat oleh orang yang memiliki ilmu Palmistry (kajian ilmu tentang analisis garis tangan). Palmistry sendiri sebenarnya sudah dikenal sejak zaman yunani kuno, Hipocrates mampu melihat kondisi kesehatan seseorang berdasarkan tampilan tangannya. Sebagaian orang mungkin menganggap bahwa ilmu Palmistry adalah ilmu sesat, klenik, mistis, bid’ah, atau tidak logis. Fakta menunjukkan bahwa bangsa-bangsa kuno seperti Yunani, Mesir, Cina, Jepang, India atau Gipsi memiliki acuan analis yang serupa tiada saling bertentangan. Hal ini tentu menunjukkan bahwa ilmu palmistry bukanlah ilmu tanpa dasar tanpa acuan.

            Di dalam buku ini penulis mampu menjelaskan secara ringkas dan baik bagaimana analisis garis tangan. Penulis yang merupakan lulusan sarjana psikologi dan menggeluti dunia palmistry dari keluarganya menunjukkan kepiawaian dan pengalamannya. Terdapat lima bab dalam buku ini. Di bab pertama pembaca akan di arahkan agar memahami anatomi tangan, termasuk menentukan mana tangan pasif dan mana tangan dominan serta bagaimana bentuk tangan dan apa artinya. Di bab kedua, pembaca akan di arahkan agar memahami garis utama. Garis utama itu sendiri terdiri dari garis kehidupan, garis nasib, garis pikiran, di tambah garis cinta. Di bab ketiga pembaca akan di arahkan agar memahami tujuh garis minor, yang terdiri dari garis kesehatan, garis kesuksesan, garis pernikahan, garis keuangan, garis perjalanan, garis pergelangan tangan, dan garis korset venus. Di bab empat, secara lebih spesifik penulis mengajak pembaca untuk mengamati dan memahami garis tangan yang bermakna khusus. Seperti garis yang dimiliki oleh orang berbakat, pembawa kedamaian, popularitas, maupun dalam hal spiritual dan pemikiran. Apakah garis tangan yang tergurat itu bersifat mutlak tidak bisa bisa berubah? Tidak bukan seperti. Garis itu bisa berubah. Sebagaimana kita ketahui bahwa syaraf syarat otak banyak tersambung di tangan. Maka dari itu apa garis tangan yang tercipta sangat dipengaruhi oleh keadaan otak. Misalnya saja ketika otak mengalami banyak sekali kecemasan, hal ini akan di respon oleh tangan dengan banyak terbentuknya garis kecemasan di sekitar bukit bulan. Dalam mengalisis garis tangan ini pun kita seyogyaganya selalu berpikir positif. Ingatlah satu hal biasa tiada nasib bisa merubah selain kaum itu sendiri yang merubah nasibnya.
            Secara keselurhan buku ini bagus. Penjelasannya padat dan ringkas dan disertai gambar. Sangat cocok untuk pemula dan siapa pun penasaran dengan palmistry. Recomended deh buat dibaca, harganya juga tidak menguras kantong. Yah, waktu itu saya beli pas ada bazar di buku sekitar Rp. 20.000. Kebetulan pas ada bazar jadi lebih murah, hehehe..

Jepara, 22 Mei 2017
Identitas Buku
Judul               : Tips dan Trik Membaca Rahasia Garis Tangan
Penulis             : Deni Putra Herlambang
Penerbit           : Flash Books
Cetakan           : I, 2013
Halaman          : 150 halaman, 14x20cm
ISBN               : 978-602-0806-16-7

Read More

Senin, 22 Mei 2017

Holmes, Detektif Hebat Sepanjang Masa

             Pertama kali saya mengenal nama dektektif hebat Serlock Holmes ini justru ketika saya menonton serial anime Detektif Conan karya Aoyama Gosho. Berkat Conan itulah saya akhirnya tertarik dengan segala hal tentang misteri dan detektif. Mungkin saya agak terlambat untuk kagum pada detektif London yang tinggal di Jalan Beker ini, ketika sudah sejak lama sekali namanya terkenal bahkan Aoyama Gosho sendiri termasuk fans beratnya, ya hal itu terlihat jelas dari penamaan tokoh Conan yang sebenarnya diambil dari nama penulis buku Sherlock Holmes.

            Kembali pada tokoh Sherlock Holmes yang begitu memukau saya lewat deduksi, metode dan keakuratannya dalam menelaah kasus, sangat sulit membayangkan bahwa di dunia nyata ada orang yang mampu menyamai kemampuan Holmes. Novel setebal 740 yang sebenarnya merupakan kumpulan novel dan cerita Holmes membuat orang yang telat mengikuti Holmes seperti saya ini mampu mengikuti alur kehidupan Holmes. Cerita bermula dari pertemuan Dr. Watson dengan Sherlock Holmes yang terjadi tahun 1878. Dr. Watson merupakan seorang dokter bedah militer yang akhirnya pensiun akibat bahunya tertembak peluru yang menghancurkan tulang dan menyerempet arteri sublavianya. Pergi ke London untuk sebagai usaha memulihkan dirinya. Ketika ia bingung mencari penginapan murah ia akhirnya berkenalan dengan Sherlock Holmes. Mereka pun menjadi teman satu penginapan dan sahabat setia.
            Ada empat cerita besar dan beberapa cerita pendek yang terangkum dalam buku tebal ini. Beberapa diantaranya yaitu A Study in Scarlet, The Sign of Four, The Hounds of Baskerville, The Valley of Fear, dan His Last Bow yang terdiri dari beberapa cerita pendek yaitu Petualangan Wisteria Lodge, petualangan kotak kardus, petualangan lingkaran merah, petualangan makala rahasia kapal selam Bruce Pertington, Petualangan detektif sekarat, hilangnya Lady Frances Carfax, petualangan kaki iblis, dan sebuah episode tentang Sherlock Holmes.
            Setiap cerita menyajikan petualangan luar biasa. Ada roman, balas dendam, dan patriotisme. Di antara semua cerita itu yang paling berkesan bagi saya sendiri adalah A Study in Scarlet dan The Valley of Fear. Di dalam cerita a study in scarlet, saya dibuat terpukau oleh sosok Holmes yang eksentrik, metode penyelidikannya, kejeliannya. Ia mampu melihat petunjuk besar dari hal remeh. Mampu merekontruksi kejadian berdasarkan fakta secara akurat. Kemampuan-kempuannya begitu unik.
            Saya sampai tak habis pikir, sebenarnya otak Holmes itu seperti apa sampai bisa sluar biasa itu? yah, tapi ini ini fiksi bukan nyata. Dan seandainya sosok seperti Holmes hadir di dunia nyata, saya akan menyatakan sebagai fansnya. Soal otak sendiri, Holmes pernak mengungkapkan “Aku mempertimbangkan bahwa otak manusia seperti loteng kecil yang kosong dan Anda mengisi dengan furnitur yang Anda pilih. Orang bodoh memasukkan semua jenis kayu yang ia temukan ke dalam loteng, sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya menjadi kacau. Sekarang seorang pekerja terampil akan sangat berhati-hati mengenai apa yang harus ia masukkan dalam loteng otaknya. Ia tidak akan mempunyai apa-apa kecuali alat-alat yang mungkin membantunya dalam mengerjakan pekerjaannya yang sangat beragam...karena itu sangat penting untuk tidak mempunyai fakta-fakta tidak berguna bukannya membuang fakta-fakta yang berguna,” (halaman 13). Itu adalah jawaban Holmes ketika ditanya sahabatnya Dr. Watson terkait ketidaktahuan Holmes tentang teori copernicus. Dan di sisi lain Holmes menyibukkan diri dengan penelitian tentang berbagai macam abu rokok terkenal, jenis tulisan dan kertas koran, maupuan penelitian kimia yang ia rasa akan berguna bagi pekerjaannya sebagai detektif. Satu hal positif dari sosok Holmes, adalah prinsip yang ia pegang dalam setiap penuntasan kasus. Bahwa ia tidak bekerja agar ia terkenal, meski banyak polisi di Scotland Yard menjadikan Holmes sebagai detektif konsultan. Ia bekerja demi dorongan hati, kebutuhan otaknya dan kenikmatan pribadinya. Justru ketika Holmes tidak memiliki masalah untuk dituntaskan otaknya akan memberontak, dan ia akan menyuntukkan kokain agar ia tetap semangat dan berpikir jernih. Hal itu sangat kontras dengan prilaku orang pada umumnya yang justru bersyukur hidupnya tak banyak masalah. Tapi itu Holmes, detektif paling eksentrik sepanjang masa yang hingga akhir hidupnya sepertinya ia tetap melajang.
            Meski petualangan Holmes begitu seru, dalam membaca novel ini ada beberapa kekurangan yang perlu dikoreksi lagi. Banyaknya kesalahan tanda baca, membuat pembaca kurang nyaman. Banyak sekali dialog tanpa penggunaan tanda petik, sampai saya bingung ini dialog atau narasi dan siapa ini yang bicara. Dan karena ini adalah novel terjemahan, maka tak mengherankan pula jika bahasa tidak bisa sehalus novel non terjemahan. Ah ya, ada satu lagi yang cukup membuat saya kecewa. Mengapa di dalam novel tebal ini tidak disertakan petualangan Holmes melawan Profesor Moriaty, padahal petualangan itulah yang saya tunggu-tunggu. Meski begitu, secara keseluruhan buku ini recomended buat dibaca. Apalagi untuk Anda yang mengaku Sherlockian atau yang penasaran dengan Sherlock Holmes, detektif hebat sepanjang masa ini.

Jepara, 21 Mei 2017


Identitas Buku
Judul               : Sherlock Holmes : The Collector’s edition of complet best novel
Penulis             : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah      : Ismanto, Ahmadi Asnawi, Sutrisno dkk
Penerbit           : Indoliterasi, Yogyakarta
Tahun Terbit    : Cetakan I, 2015
Halaman          : viii+740 halaman
Ukuran                        : 15x23 cm
ISBN               : 978-602-1129-00-5

Read More

Si Putih dari Bebek Hijau



Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu. (Hadis Riwayat Bukhari)

Menabung adalah investasi masa depan. Investasi itu sendiri menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti, penanaman uang atau modal dl suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Maksudnya dengan kita menabung kita telah menanam modal yang selanjutnya keuntungan dari modal itu akan kita petik di masa depan. Dalam pepatah arab sering dikatakan, barang siapa menaman maka ia akan memanen. Islam sebagai agama yang rahmatal lil alamin, mengatur umatnya untuk tidak hidup boros juga tidak hidup pelit. Islam mengatur umatnya agar hidup sederhana, Islam juga menganjurkan umatnya untuk menabung. Anjuran ini tertuang dalam Al Qur’an dan hadis berikut ini:
1.      "Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (pelit) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (boros) karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” QS. Al Isra' (17) ayat 29
2.       “...Rasulullah saw pernah membeli kurma dari Bani Nadhir dan menyimpannya untuk perbekalan setahun buat keluarga...” Hadis Riwayat Bukhari
3.      “Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.” Hadis Riwayat Bukhari
Al Qur’an surat Al Isra’ diatas secara tersurat meminta umat untuk tidak berlsaya pelit dan tidak pula berlsaya boros, secara tersirat dapat dipahami bahwa umat diminta berada ditengah-tengah diantara kedunya, atau dalam artian sederhana. Kesederhanaan ini bisa terbentuk apabila umat mencukupi kebutuhannya bukan memuaskan hawa nafsunya. Salah satu bentuk perilsaya hidup sederhana itu adalah dengan cara menabung seperti yang sudah dicontohkan oleh Rosulullah dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari tersebut.
Apakah benar menabung itu investasi masa depan? Saya jawab dengan yakin iya. Karena saya sudah membuktikannya sendiri, kisah ini tentang laptop putih pertama yang saya beli, sebut ia Si Putih. Sebagian uang pembelian ini saya dapatkan dari hasil menabung sejak SD, sebuah proses menabung yang penuh lika-liku dan Ia bermula dari sebuah celengan bebek berwarna hijau. Berikut kisahnya.
Hidup dalam keluarga sederhana, membuat saya terbiasa hidup prihatin. Bapak hanya buruh mebel tukang amplas dan plitur, Ibu dagang warung kecil-kecilan. Memiliki anak banyak yang masih kecil-kecil membuat Bapak dan Ibu tidak terbiasa memanjakan kami. Saya sendiri adalah anak ketujuh dari tujuh bersaudara, dan saya adalah anak perempuan satu-satunya. Meski boleh dibilang rasa sayang mereka kapada saya lebih besar, tidak lantas membuat saya dimanja.
Saya masih ingat ketika dulu masih kecil sekali, saya menginginkan sebuah mainan boneka barbie dan pasar-pasaran. Saat itu ibu tidak punya uang, dan hanya menjawab, “Engko ya Nduk Ibu tumbaske nek wes ana duit.” Mendengar itu saya hanya diam, berjalan kembali mengikuti Ibu disisinya. Sejak itu saya ingin memiliki sebuah celengan, ya celengan untuk tempat saya menyimpan sisa uang jajan. Saat itu saya pergi kepasar bersama ibu, sedikit berbisik pada ibu bahwa saya ingin dibelikan celengan. Langkah kami pun menuju blok penjual plastik-plastik, saya melihat sebuah celengan berbentuk bebek berwarna hijau toska. Ukurannya tidak kecil juga tidak terlalu besar. Saya lupa harga pastinya berapa, mungkin sekitar Rp. 2.500,- dengan hati riang gembira saya meneteng celengan baru menuju rumah. Sepanjang perjalanan dalam becak, saya membayangkan betapa asyiknya melihat perut si bebek hijau penuh dengan uang receh. Suaranya yang nyaring dan berat ketika di goyang membuat semangat untuk menabung saya semakin tinggi.
Saya masih ingat saat SD uang saku saya hanya Rp. 500,- biasanya seratus untuk beli minum es teh satu plastik kecil dan Rp. 250 untuk makan kecil ketika istirahat. Jarang uang saku saya itu kurang, seringnya lebih. Jajan di rumahpun saya tidak perlu mengambil dari uang saku, cukup ambil jajan di warung atau minta uang ke Ibu. Dari sisa-sisa uang saku itulah saya kemudian menabung, sedikit demi sedikit uang koin saya masukkan ke lubang si bebek hijau. Seringkali saya intip lubang si bebek atau saya kocok-kocok perutnya hanya untuk mendengarkan bunyinya yang berat. Momen yang paling saya suka adalah ketika lebaran, rasanya ketika lebaran rejeki saya begitu banyak. Maklum saya anak paling kecil, perempuan satu-satunya, dan memiliki saudara banyak tak jarang mereka begitu dermawan dengan sedikit membagi rizkinya kepad saya. Alhamdulillah. Mulai dari Rp. 2000, Rp. 5000, hingga Rp. 20000 saya masukkan ke perut si bebek hijau. Memang tak jarang pula, saya mecukil lubang si bebek hijau untuk mengambil uang ketika saya membutuhkan sesuatu, entah mainan, jajan atau baju. Saya merasa lebih aman ketika saya memiliki cadangan uang hasil tabungan saya itu. Tak jarang pula kakak dan ibu saya meminjam uang kepad saya. Hingga saya harus merelakan membedah perut si bebek hijau.
Memasuki SMP saya sempat tidak istiqomah menabung lagi. Namun Alhamdulillah, Allah masih menyadarkanku dan mengembalikanku ke jalan yang benar. Ketika saya SMP kelas 1 semester 2, ada sebuah bank kecil di dekat rumah yang baru berdiri, namanya BMT Artha Abadi. Maka saya putuskan kembali menabung, dengan target minimal perminggu saya menabung Rp. 5000. Bersama Ibu, kami menjadi nasabah di sana. Kadang pergi berdua, kadang saya berangkat sendiri entah dengan menaiki sepeda atau dengan jalan kaki. Jadwal rutin saya ke bank biasanya hari Kamis, pulau sekolah mampir ke bank. Kadang ketika ibu memint saya menabungkan uangnya sementara saya sedang tidak punya uang, ibu berbaik hati memberi uang untuk saya tabungkan di rekening saya sendiri. Saat SMP uang saku saya  Rp. 2000, biasanya hanya terpakai di Rp. 1000, untuk beli minum dan jajan.
Entah sudah berapa saldoku dulu tapi yang pasti saldo segitu bagiku sudah sangat banyak. Sepertinya pernah mencapai Rp. 500.000. rencananya uang itu akan saya pergunakan untuk membeli sepeda sebagai pengganti seped saya yang sudah butut dan berkarat, tapi saya harus merelakan uang itu untuk dipergunakan kakak saya yang lebih membutuhkan. Saat itu kakak saya yang kelima namanya Mas Syukron, sedang menempuh S1 Akutansi di Unnes semester tua, mungkin tujuh. Waktu itu ia sangat membutuhkan komputer dan printer. Keluarga pun bermusyawarah, dan memutuskan mengambil uang tabungan, meminjam uang kesana kemari termasuk tabungan saya. Alhamdulillah akhirnya bisa terbeli juga komputer dengan seperangkat alat pendukungnya. Saya turut bahagia. Mas Syukron wisuda bulan November 2008, satu bulan setelah Bapak meninggal dunia dan saya lulus SMP bulan Mei 2009.  Sedikit menyingung soal sepeda yang tidak jadi terbeli dengan uang tabungan saya, saya justru mendapatkan sepeda baru atas wasiat Bapak yang meminta keluarga segera membelikan saya sepeda dengan uang zakat. Saya ingat itu hanya beberapa hari sebelum Bapak meninggal, hari itu hari minggu hanya ada satu toko sepedadi kota yang buka kebetulan juga masih libur lebaran. Saya pun memilih sebuah sepeda polygon berwarna biru, dan sepeda itu pun menjadi kenang-kenangan terakhir dari bapak kepad saya sebelum ia pergi.
SMK saya justru kurang bisa mengistiqohkan menabung, meski uang sakuku bertambah menjadi Rp. 5000, tapi rasanya kebutuhan juga bertambah. Saya mulai mengenal pulsa, pembersih muka, handbody, dll. Perjalananku ke sekolah pun kini tidak lagi jalan kaki atau bersepeda, tapi naik bus otomatis kebutuhan juga bertambah. Kesibukan di sekolah maupun di luar sekolah juga semakin menyulitkanku untuk datang ke bank. Meski begitu saya berusaha masih menyempatkan untuk menabung di bank. Sedikit demi sedikit. Saldo pun bertambah.
Lulus dari SMK Islam Jurusan Multimedia, hanya ada dua keinginan saya, kuliah dan mondok atau mondok saja. Alhamdulillah, Allah mengijinkan saya kuliah dan mondok di Semarang. Tepatnya S1 Pendidikan Nonformal Universitas Negeri Semarang dan mondok di Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah. Alhamdulillah pula keluarga tidak harus memikirkan biaya pendidikan karena saya berkesempatan memperoleh Beasiswa Bidikmisi dari pemerintah. Sebuah anugrah dan kenikmatan tak terkira ketika saya dinyatakan diterima sebagai penerima beasiswa. Mengetahui itu, Mas Syukron langsung menyarankan saya untuk membeli laptop. Ya laptop memang sebuah kebutuhan dalam dunia kampus, banyak tugas-tugas kuliah yang harus diselesaikan dengan laptop. Saya sepakat dengan usulnya, saya pun melihat saldo di tabunganku tak banyak hanya ada sekitar Rp. 600.000,-an. Kesedihan datang menghinggapiku tiba-tiba, uangku tak cukup, batinku.
Saya teringat soal uang tabungan saya dulu yang katanya dipinjam Mas Syukron, meski berat dan sungkan untuk bertanya, toh saya beranikan bertanya pula soal uang itu. Barangkali uang itu bisa membantu menutupi kekurangan membeli laptop. Alhamdulillah, berkat pengertian Mas Syukron dibantu Ibu dan Mas Mansur (kakak pertama saya) akhirnya bisa terbeli juga laptop pertama saya. Warnanya putih, merknya Asus, ukuran 14 inchi, tepatnya Asus X401U. Sebuah slimbook, dengan processor AMD C-60 APU with Radeon(tm) HD Grapihics. RAM 2,00 GB, system type 32-bit operating system. Dengan tanpa dvd player karena ASUS X401U memang slimbook, harga belinya tak sampai tiga juta.
Sebenarnya ASUS X401U bukan incaran pertama, tapi dengan pertimbangan harga, stok barang dan kebutuhan desain grafis Mas Syukron kemudian membelikan saya ASUS X401U saja. Kenyatannya ASUS X401U cukup tangguh jika saya gunakan untuk desain grafis, meneruskan hobi saya yang suka mengutak atik corel, photoshop dan ulead. Si putih begitu panggilan romantisku kepada ASUS X401U, begitu setia menemani menggapai cita-cita saya. Bergadang malam-malam untuk merampungkan sebuah tulisan/naskah. Si putih yang sudah tiga terakhir menamaniku, selalu mengingatkanku bahwa menabung itu penting.
Kisah saya tentang Si Putih dari Bebek Hjau itu membuat semakin jelas bahwa menabung itu penting. Menabung sendiri adalah perbuatan yang sangat dianjurkan Islam. Maka jangan berpikir terlalu lama, mulailah menabung. Sedikit berbagi saya punya tips untuk memperoleh hasil yang maksimal ketika menabung laksanakanlah 3M ini:
1.      Mau: mau dalam artian kuatkan komiten dan tekad untuk menabung serta tau orientasi (tujuan) menabung. Tanamkan pada diri sendiri motivasi menabung, saperti dengan cara menulis dalam sebuah kertas tulisan. “SAYA AKAN ISTIQOMAH MENABUNG. Karena dengan menabung saya akan bisa membeli ..... (tulis apa saja yang diinginkan dari hasil tabungan) atau tidak perlu ditulispun asal sudah termindset di otak kita seperti itu tak masalah.
2.      Mampu: kemampuan keuangan tiap orang tentu berbeda-beda, maka kita harus punya target dalam kurun waktu tertentu minimal kita harus menabung berapa sesuaikan dengan kemampuan dan harus rasional.
3.      Menyempatkan: seringkali kita ada uang, ingin menabung dan malas keluar rumah untuk pergi ke bank. Dengan membuat jadwal rutin ke bank, kita akan terbiasa disiplin pergi ke bank untuk menabung. Atau bisa juga memanfaatkan jasa penjemputan uang bank, tentu kita akan sungkan jika petugas datang tapi kita tidak menabung.
Ingat menabung adalah investasi masa depan, jangan sia-siakan waktu dan uangmu kini secara tidak bijaksana jika kelak kau tidak ingin masuk dalam golongan orang yang menyesal. Maka mulailah menabung.
***
Nama               : Noor Salamah
Alamat                        : Jalan H.M Syahid No. 11 Rt 03 Rw V Panggang Jepara
Pendidikan      : Mahasiswa S1 Semester 6 Prodi Pendidikan Nonformal Universitas Negeri semarang, sekaligus santri di Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah.
Pekerjaan         : Mahasiswa dan santri
Contak Person: 089668214948
E-mail              : salamah_chan@yahoo.com / pls2.12046@gmail.com


Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Follow

Popular Posts

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © Jejak Sajak Salamah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com