Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here
Tampilkan postingan dengan label Kajian Interaktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Interaktif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Mei 2014

Hukum Puasa Daud

Kajian Interaktif
Berpikir Logis dan Agamis

Hukum Puasa Daud
Kita mengenal banyak jenis puasa sunnah, ada puasa senin kami, puasa as syuro, puasa arafah, puasa tarwiah dan lain sebagainya. Bagaimana dengan puasa Daud? Tak ayal puasa sunah ini pun sudah familiar dengan kita. Tapi bagaimana hukummnya jika berpuasa Daud tidak dengan ijazah sang guru ? mari kita lihat jawaban Abah
Jawab :
Menurut Abah Kyai Masrokhan jika puasa Daud dilakukan untuk hajat maka menggunakan ijazah.  Hajat yang dimaksud adalah hajat keperluan dunia. Jika tidak dengan ijazah guru hukumnya tetap sah. Puasa Daud tanpa ijazah diperuntukan untuk hajat akhirat, adapun soal bonusnya hanya Allah yang tau entah di dunia juga diberikan entah hanya di akhirat saja. Jadi akan lebih baik jika hajatnya dunia dan akhirat maka puasanya dengan ijazah guru.

Sering kita melihat orang berpuasa bertahun-tahun. Ada yang satu tahun, dua tahun, tiga tahun dan seterusnya. Lantas adakah batasan hari dalam menjalankan ibadah puasa Daud ?
Jawab :
Menurut Abah Kyai Masrokhan tidak ada batasan dalam melakukan puasa Daud, kalau bisa sampai ajal menjemputpun tidak apa-apa seperti yang dicontohkan oleh Nabi Daud As.

Kita sudah mengetahui hukum puasa Daud dan harinya lalu apa faedahnya jika melakukan puasa daud ?
Jawab :
Menurut Abah Kyai Masrokhan faedahnya banyak, diantaranya yaitu menjadi wali Allah, sehat badan, sehat hati, membuat pikiran menjadi cemerlang dan lain sebagainya. Di antara kesemua faedah tersebut, faedah menjadi wali Allah-lah yang paling utama diantara yang utama. Karena dengan menjadi wali Allah, kekasih Allah tentu Allah tidak akan membiarkan kita berada dalam kesusahan. (Ulfi)rujukan  redaski Satrul Qolam Aswaja, Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljamaah Banaran Sekaran Gunungpati
Read More

Selasa, 29 April 2014

Benarkah kita seorang mukmin?


اِنَّ صَلاَ تِى وَنُسُكِى وَمَحْيَايَ وَمَمَا تَى الِلهِ رَبِّ العَا لَمِيْنَ
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah semata

Kalimat itu selalu kita ucapkan ketika membaca doa iftitah dalam tiap sholat kita. Namun benarkah kita sudah melakukannya dengan sempurna? Shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semata? Yakinkah kita bahwa tak pernah sedikitpun sholat atau ibadah kita karena selain Allah? Di anggap taat agama dengan calon mertua mungkin? Yakinkah kita bahwa setiap sholat yang kita kerjakan semata karena Allah? Entahlah, hanya hati kita sendiri yang tau.

Ustadazah Muna dalam ta’lim berkata, “Sesungguhnya mukmin (orang yang beriman) hakiki adalah ia yang tidak pernah berbohong.”

Pernahkah kita berbohong? Mungkin iya tanpa kita sadari. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, dan mengistiqohmahkan kita dalam jalan kebaikan. Aamiin.
Read More

Kamis, 17 April 2014

Tafakur, Cara untuk Lebih Dekat dengan Allah

Kenapa sih berbuat baik itu susah banget?
Kenapa sih hati ini sulit diajak berkompromi?

Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin sering sekali kita alami. Inilah ciri bahwa kita telah mangalami krisis keimanan. Krisis keimanan disebabkan karena kita belum mengenal Allah. Lantas bagaimana caranya kita mengenal Allah? Sehingga kita dapat terbebas dari yang namanya krisis keimanan?

Iman itu sesuatu yang berkaitan dengan kayakinan di dalam hati terhadap sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata. Apa sesuatu yang yang tidak bisa dilihat tersebut? Ialah Tuhan kita pencipta kita yang maha sempurna, Allah Swt. Keimanan kepada Allah mendorong kita untuk berimanan kepada makhluknya seperti malaikat, Rosul, kitab, hari kiamat serta qodo dan qodar. Iman tidak saja diyakini dalam hati namun juga harus di ucapkan melalui lisan dan diaplikasikan melalui tindakan. Iman yang sempurna ada ketika kita sudah mengenal Allah. Dengan mengenal kita akan lebih dekat dengan Allah. Pertanyaanya, bagaimana cara kita mengenal Allah?
Tafakur, ya tafakur dapat mendekatkan kita dengan Allah. Tafakur merupakan proses perenungan. Tafakur bukan perenungan biasa, hal yang direnungkan berkaitan dengan hikmah dalam setiap penciptaan makhluk Allah sebagai bukti atas kebesaran Allah juga atas berbagai hal yang telah Allah tentukan di alam semesta ini.
Seperti firman Allah yang berbunyi



Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.(Al Qu’ran Surah Shaad Ayat 27 )
Tafakur tidak dilakukan sembarangan. Tafakur membutuhkan ilmu sebagai dasarnya. Itulah ilmu agama dimana setiap muslim dan muslimah wajiba untuk menuntut ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.
***
Tulisan  yang saya tulis di atas merupakan review materi dalam majlis ta’lim binaan Syarifah Alina Al Munawar Semarang, bertempat di kediaman beliau di Srondol Timur Jalan Petrosari No. 26 setiap hari jum’at di minggu pertama dan minggu ke tiga pukul 10.00.
Semoga bermanfaat..


Read More

Minggu, 30 Maret 2014

Bagaimana jihad yang tepat untuk saat ini?

Kajian Interaktif

Berpikir Logis dan Agamis

Bagaimana jihad yang tepat untuk saat ini?

Jawab :

“Kita sering mendengar bahwa islam diindentikkan dengan teroris dan di satu sisi kelompok lain menganggap bahwa bertindak sebagai teroris merupakan jihad mereka, jihad yang diakui mereka benar. Lantas, bagaimana jihad yang tepat untuk saat ini?”
Jawab:
Mengatakan Islam sebagai teroris ataupun menganggap bahwa jihad yang seperti itu benar adalah salah. Teknis perjuangan Islam sesuai dengan periode Rasul yaitu Islam Rohmatal lil alamii (Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta). Tujuan Islam adalah menyempurnakan akhlak. Jika Islam adalah agama teroris tentulah ketika Nabi Muhammad SAW dilempari batu oleh Kharis, beliau akan minta pengadilan kepada Allah untuk membunuhnya. Tapi nyatanya apa yang terjadi berkebalikan, Nabi Muhammad SAW justru memintakan ampun dan hidayah atas Kharis kepada Allah. Sungguh sempurna akhlak beliau. Jadi, jika kita ingin berjihad maka sempurnakanlah akhlak kita terlebih dahulu. Berawal dari diri sendiri, keluarga, sahabat, orang terdekat, kerabat hingga meluas ke lingkungan yang lebih besar lagi. Abah dalam penjelasannya, mengibaratkan manusia yang berakhlak sempurna bagaikan sabun. Di mana sabun itu bersih dirinya dan juga dapat membersihkan diri orang lain. Jika sabun kotor tentulah ia tidak akan mampu membersihkan orang lain. Sabun yang bersih dan membersihkan ini akan laku terjual. Dan manusia yang memiliki karakter demikian disebut manusia layak jual artinya dapat diterima siapapun dan dimanapun. (Salamah)
Read More

Bagaimana sikap umat muslim dalam menyikapi perbedaan agama?

Kajian Interaktif
Berpikir Logis dan Agamis

Bagaimana sikap umat muslim dalam menyikapi perbedaan agama?

Jawab:


Sikap kita dalam menyikapi perbedaan agama haruslah berlandaskan pada 4 dasar. Pertama, Ukhuwah Insaniyah yaitu saling tanggung jawab atas dasar kemanusiaan. Kedua, Ukhuwah Watoniyah yaitu saling tanggung jawab berkaitan atas dasar kebangsaan dan kenegaraan. Ketiga, Khurmatun Umatuddin yaitu menghormati umat beragama. Keempat, Saing sehat dalam memajukan agama, bangsa, dan negara demi terwujudnya suksesi hukum Allah SWT. Namun, kenyataan saat ini yang terjadi adalah saing penyakit karena satu sama lain slaing menjatuhkan. Untuk itu kita perlu mencontoh cara hidup pohon mangga dan pisang yang satu sama lain hidup damai dan bersaing dengan sehat. (Salamah)
Read More

Kamis, 13 Maret 2014

Bagaimana Adab Ziarah yang Benar?


Sering kita mendengar orang itu salah dalam berziarah, sehingga terkadang memberikan efek yang kurang baik bagi peziarah. Lantas apa yang harus kita lakukan dalam berziarah agar masuk dalam golongan yang benar?
Jawab  :
Segala amal dimulai dari niat. Untuk itu niat masuk urutan pertama dalam adab ziarah.
1.       Niat menghidupkan ajaran Rosulullah
2.       Manakala yang orang yang diziarahi diatas kita, seperti nabi, wali atau ulama. Niat megambil berkah Allah lewat mereka. Kalau sesama derajat, niat menolong para arwah di alam kubur untuk mendoakan agar mereka diselamatkan dari seluruh fitnah kubur. Kalau di bawah kita. Niat melindungi danmenyanyangi untuk membebaskannya di alam kubur biar merdeka dari fitnah yang menjajah selama di alam kubur hingga kiamat.
3.       Mengucap salam ketika masuk kubur
Salam yang diucapkan kepada ahli kubur dimana dia adalah seorang waliyullah berbeda dengan salam yangdiucapkan kepada ahli kubur yang seiman biasa. Berikit adalah arti salam yang diucapkan kepada ahli kubur seiman, “Selamat mudah-mudahan untukkmu wahai ahli kubur yang seiman dan sesungguhnya besok kami juga akan menemuimu.”
4.       Menghadirkan lubuk jiwa seolah bertatap muka dengan yang diziarahi
5.       Hadroh-Tahlil
6.       Berdoa berdoa dengan doa wasilah.
7.       Sebelum berangkat ziarah sunnah melakukan sholat safar atau solat hajat mohon keselamatan.

(Salamah)
#Sumber Buletin Embun PP. Durrotu Ahlissunnah Waljamaah, situs resmi http://durrotuaswaja.com/
Read More

Bagaimana Sebenarnya Hukum Ziarah?

Ada orang yang melarang berziarah namun ada pula yang memperbolehkan berziarah. Lantas bagaimana hukum ziarah yang sebenarnya?

Jawab  :

Dari yang dituturkan oleh Abah Masyrokhan, Ziarah menurut madzhab Syafiiyah adalah sunnah. Sedangkan menurut dinamika kehidupan, ziarah bisa dihukumi sunnah, haram, makruh, wajib, ataupun mubah bergantung dalam tujuan dan adab ziarahnya. Contohnya ketika tujuan dari ziarah adalah untuk menegakkan kebenaran Allah maka ziarah tersebut dihukumi wajib. (Salamah)

#Sumber Buletin Embun PP. Durrotu Ahlissunnah Waljamaah, situs resmi http://durrotuaswaja.com/


Read More

Hukumnya Manusia Yang Bekerjasama Dengan Setan dan Menikah Dengan Bangsa Jin

           “Bagaimana hukumnya orang yang bekerja sama dengan setan yang bertujuan agar dapat memberi nafkah untuk keluarganya dan ingin melestarikan kebudayaan daerah. Lalu, apakah diperbolehkan seorang manusia menikahi selain bangsanya sendiri melainkan menikah dengan bangsa jin?”
Jawaban :
            Abah Kiai Masrokhan menjawab dengan tegas. “Segala bentuk kerjasama yang melibatkan setan itu syirik hukumnya, contohnya dukun. Lalu bagaimana dengan para pemain kuda lumping? Apapun alasannya entah mereka hanya ingin mencari nafkah atau hanya sekedar melestarikan sebuah budaya, tetap saja dihukumi sebagai golongan orang musyrik. Mereka mengandalkan kekuatan setan untuk melakukan hal yang di luar kewajaran manusia ketika raga mereka telah dirasuki. Dengan begitu, mereka tidak meyakini adanya kebesaran dan kekuatan Allah yang tidak ada satu pun makhluk yang mampu  menandingi-Nya. Kita diperbolehkan melestarikan budaya-budaya tradisional yang ada di Indonesia. Namun, alangkah baiknya jika kebudayaan tersebut dipadukan dengan nuansa yang bernafaskan  keislaman.”
            “Sedangkan hal yang mengenai pernikahan antara manusia dan jin itu memiliki dua pendapat, ada yang memperbolehkan dan ada yang tidak. Menurut Syekh Sulaiman, bagi mereka (manusia) yang mampu lahir batin menikah dengan golongan jin dan mempunyai tujuan baik atas pernikahan tersebut itu diperbolehkan. Karena sejatinya manusia adalah kholifah fill ardi (pemimpin bumi), diharapkan dengan pernikahan tersebut manusia dapat memimpin dari golongannya sendiri maupun dari golongan jin. Sedangkan yang tidak kuat lahir batin maupun mentalnya, lebih baik menghindari pernikahan dengan jin dan menikah dengan golongannya sendiri (manusia) seperti halnya orang pada umumnya. Lalu mana yang lebih baik? Dalam Al-quran Q.S Ar-Rum:21, Allah berfirman, “Allah telah menciptakan pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar membuatmu merasa nyaman dan tentram kepadanya sehingga menjadikan di antaranya kasih sayang.” (Elok Mutiara Rahmawati)
#Sumber Buletin Embun PP. Durrotu Ahlissunnah Waljamaah, situs resmi http://durrotuaswaja.com/




Read More

Dhomir Allah Menggunakan “NAHNU” (Kami)?

“Mengapa beberapa ayat dalam Al-quran, kata ganti asma Allah sering menggunakan kata Nahnu (kami)? Bukankah kata “Nahnu” menunjukkan arti jamak? Apakah tidak terkesan bahwa Allah itu berjumlah banyak?

Jawaban:

Tidak! Itu merupakan suatu pengertian yang salah kaprah.
Menurut Ustadzah Dzirwatul, Al-quran merupakan pusat dari sastranya bahasa Arab. Al-quran merupakan firman-firman Allah yang banyak menggunakan kata-kata sastra di dalamnya, dalam ilmu nahwu itu dinamakan “Ilmu Balaghoh”, suatu ilmu yang menjelaskan tentang berbagai macam majas.
Domir “Nahnu” di dalam Al-quran sendiri untuk memaknainya bergantung pada konteks ayatnya. “Nahnu” dalam Al-quran menunjukkan konsep Hablumminannas atau hubungan Allah kepada manusia. Kata “Nahnu” merupakan Majas Mursal.
Contohnya “rezeki”, Allah menurunkan rezeki kepada setiap manusia tidak langsung ke manusia, tetapi melewati perantara yaitu satu orang ke orang lain. Misalnya pedagang, dia mendapat rezeki dari siapa? Dari Allah swt tentunya, tetapi ada perantaranya yaitu pembeli.
Disini sudah jelas bahwa kata “Nahnu” dalam Al-qur’an bukan semata-mata berarti “jamak” atau memiliki arti bahwa Allah itu lebih dari satu, tetapi kata kami mempunyai arti bahwa Allah itu memiliki kuasa atas segala sesuatu yang ada di dunia ini, bahwa Allah itu bersifat Qudroh yaitu “kuasa”. Bukan berarti Allah lemah atau Allah membutuhkan bantuan orang lain, tetapi Allah berkuasa untuk memberikan kesempatan kepada setiap manusia agar melakukan perbuatan baik. Agar mereka saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. (Khamerer Nebti)

#Sumber Buletin Embun PP. Durrotu Ahlissunnah Waljamaah, situs resmi http://durrotuaswaja.com/



Read More

Suara Wanita yang Mendayu, Auratkah?

Katanya suara wanita itu aurat, lalu bagaimana seorang wanita yang membaca Alquran atau bershalawat dengan suara yang mendayu sehingga tidak jarang membuat hati laki-laki bergetar?
Jawaban:

Menurut Mu’adhim Abah kiai Masrokhan, untuk qoriah itu semua bergantung atas niat. Karena membaca Alquran beserta terjemahnya itu sama halnya amar ma’ruf nahi mungkar. Sedangkan amar ma’ruf nahi mungkar itu berlaku bagi kaum muslim laki-laki maupun perempuan. Dalil yang memperkuat adalah dalam Q. S At-taubah ayat 71. Apabila terjadi suara qoriah itu sampai menggetarkan hati laki-laki, maka itu salah pandang dari laki-laki tersebut. Sedangkan untuk wanita yang bershalawat dengan diiringi rebana itu masih samar. Karena kebanyakan ada niat menghibur ataupun ada unsur finansial yaitu dengan niat bisnis ataupun lomba. Alangkah baiknya shalawat disenandungkan oleh kaum Adam.  (Mukhlisoh)

#Sumber Buletin Embun PP. Durrotu Ahlissunnah Waljamaah, situs resmi http://durrotuaswaja.com/

Read More

Madin Diliburkan untuk Nonton Bola, Benarkah itu Hubbul Wathan?

Pernah terjadi madin diliburkan hanya untuk menonton sepak bola bersama dengan alasan sebagai hubbul wathan. Bagaimana menanggapi hal tersebut?
Jawaban:
Menurut Abah Masrokhan, apabila sepak bola dijadikan sebagai kacamata ibrah (diambil hikmah) maka sah saja dan tidak berdosa. Dapat dikatakan hubbul wathan jika niat, ucapan, dan realisasinya memang sebuah kebaikan, tidak misalnya sepak bola berlandaskan nafsu yang pada akhirnya mengakibatkan pertikaian. Sepak bola mempunyai beberapa ibrah, diantaranya menikmati indahnya kebersamaan, melatih kecekatan diri, komitmen dalam kebersamaan, kerja sama dalam kebaikan, dan konsisten dalam tanggung jawab. Hubbul wathan bisa diwujiudkan jika tepat dengan prinsip islami yaitu menjadikan ibrah sepak bola sebagai sarana untuk menghadapi tantangan zaman baik tantangan dunia maupun tantangan akhirat. Dunia jangan hanya dinikmati, tapi jadikan pula dunia sebagai kacamata pendidikan. (Mukhlisoh)

#Sumber Buletin Embun PP. Durrotu Ahlissunnah Waljamaah, situs resmi http://durrotuaswaja.com/


Read More

Arwah Gentayangan

     Pernah ada suatu kecelakaan yang mengakibatkan seseorang meninggal. Ternyata tubuh si korban kecelakaan itu ada yang terpotong dan masih tertinggal dan dibiarkan di jalan. Apakah tubuh yang terputus dan tetinggal itu ikut disucikan? Kabarnya, arwah orang tersebut gentayangan. Apa penyebab arwah itu gentanyangan?
Jawaban:
      Menurut Al Mukarrom Abah kiai Masrokhan, untuk masalah bagian tubuh yang terputus tetap ikut disucikan, karena masih satu tubuh. Yang ditemukan adalah yang disucikan. Tetapi niatnya mengikuti kepada tubuh yang masih utuh (itba’).
      Untuk masalah arwah yang gentayangan. Itu merupakan salah satu rupa cara syaitan untuk menggoda manusia agar mensyirikkan Allah. Manusia yang sudah meninggal tidak mungkin arwahnya bisa berada di sekitar manusia lagi. Jadi, itu hanyalah tipu daya syaitan untuk menggoda manusia. Na’udzubillah. (Mukhlisoh)
       
#Sumber Buletin Embun PP. Durrotu Ahlissunnah Waljamaah, situs resmi http://durrotuaswaja.com/

       
Read More

Beribadah Karena Ingin Masuk Surga

                Bagaimana dengan ibadah kita, jika kita beribadah dengan niat supaya masuk surga? Sah atau             tidak ibadah kita dengan niat seperti itu?
Jawaban:
        Menurut Abah kiai Masrokhan, ada dua tingkatan manusia, yaitu ma’kum awam dan ma’kum khowas. Untuk ma’kum awam, ibadah dengan niat seperti itu diizinkan, karena dengan mengharap masuk surga orang yang masih awam akan termotivasi dengan nikmat-nikmat yang sesuai Allah Firmankan di dalam Q.S Al-baqoroh: 25 yang artinya “Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”
        Sementara itu, bagi orang yang sudah ‘Alim atau masuk dalam kategori ma’kum khowas, niat ibadah bukan supaya masuk surga, tetapi untuk menikmati cinta Allah. “Bagi ma’kum Khowas, ibadah bukan surga, tapi untuk menikmati cinta Allah. Nikmatnya di atas surga.” ngendikan beliau Al Mu’adhim kita. (Mukhlisoh)
       
#Sumber Buletin Embun PP. Durrotu Ahlissunnah Waljamaah, situs resmi http://durrotuaswaja.com/
Read More

Aula Putri Digunakan untuk Sholat, Tidur, Ngaji dan Aktifitas Lainnya, Sucikah?

Ada keraguan dalam salah satu tempat pusat di Aswaja yaitu aula putri dan putra. Hampir kebanyakan acara dilakukan disana. Yang menjadi keraguan adalah jika aula putra putri di gunakan untuk tidur, ngaji, dan shalat apakah tidak dikhawatirkan menjadi tidak suci tempat? Karena dikhawatirkan saat tidur ada yang berhalangan lalu tembus bagaimana hukum tempat itu? (
Jawaban:
Menurut Ustadz Idham Kholid ”Jika tidak tahu tidak masalah. Tapi jika pelaku tahu dan acuh berarti dia yang berdosa. Misal, ketika kita shalat lalu ada rakaat yang kurang, dan ketika shalat telah selesai baru ingat itu tidak apa-apa. Kita tidak disuruh untuk mengulang shalat. Segala tindakan yang dilakukan tanpa sengaja dan karena ketidaktahuan itu di ma’fu oleh Allah. Insya Allah...”
“Siapa yang mampu bertahan, dialah yang menjadi pemenang.”tambahnya. (Farchan Mukhliez)

#Sumber Buletin Embun Ponpes Durrotu Ahli Sunnah Waljamaah Banaran Sekaran Gunungpati Semarang, situs resmi http://durrotuaswaja.com/
Read More

Penggabungan Ngaji Kange dan Mbae

Kenapa di sini ngaji antara Kange dan Mbae digabung? kalau di pondokku dulu benar-benar dijaga jangan sampai ada kontak antara Kange dan Mbae? 

Jawaban:
Menurut Ustadzah populer kita. Ustadzah Maghfiroh, “Lain ladang lain belalang. Berbeda tempat pastilah berbeda peraturan. Setiap tempat mempunyai aturan sendiri-sendiri. Jadi, ketika seseorang sudah berada dalam suatu tempat maka patuhilah peraturan tempatnya berpijak sekarang. Lagi pula walau ngaji antara Kange dan Mbae digabung, bukan berarti hijab antara Kange dan Mbae terbuka lebar. Tentunya pengurus tetap melakukan pemantauan agar Kange dan Mbae tidak melakukan hal-hal yang tidak sewajarnya dilakukan oleh sosok santri.” (Farchan Mukhliez)

#Sumber Buletin Embun Ponpes Durrotu Ahli Sunnah Waljamaah Banaran Sekaran Gunungpati situs resmi http://durrotuaswaja.com/
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Follow

Popular Posts

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © Jejak Sajak Salamah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com